Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Dunia Semakin sempit

Sindrom yang sedang dijangkit masyarakat saat ini,,
nyalain komputer-> klik web browser-ketik alamat menuju situs jejaring sosial-ngeliat apa yang dilakuin temen nya-> (2 jam kemudian) masih liatin yang dilakuin temen nya-> nggosipin temen nya-> komputer di matiin-> sms an ma temen e...
kalo aktivitas kaya gitu dilakukan secara reguler tiap hari oleh tiap orang, alamat dah negeri ini isinya gossip semua,,

Ada kalanya manusia perlu dan butuh tempat dan waktu untuk sendiri, tanpa perlu khawatir orang lain akan mencerca,menghakimi,atau berpikir negatif , mau jungkir balik,ngumpat orang,coret-coret selama kegiatan itu tidak merugikan orang lain, ngumpat orang boleh-boleh aja asal orang nya gag tau dan mau terima dosa,
Tapi sekarang ini dunia udah kaya ada di kuku jari jemari, gag bebas rasanya mau meluapkan emosi dalam bentuk yang tidak membahayakan, bergerak sedikit ketemu orang,ruang gerak semakin sempit, kalo gag percaya buktiin saja,,hitung deh sampe hitungan 10,,berapa orang yang anda tenui saat menghitung(ngitung nya di tempat yang mungkin dilalui orang jangan di genteng),,kalau hitungan anda kurang dari 5 maka daerah itu tak seberapa padat, kalo 4-6 artinya sedang, nah kalo lebih berarti sumpek itu daerah,,



Ingin sekali bisa terbang kaya si om seperman, begitu sampai di langit,mau teriak-teriak, terbang nembus awan, nungguin pesawat mau nggagetin pilot pesawat hehehe kurang kerjaan 0_0,
karena dunia semakin sempit itu mungkin banyak orang stres, banyak yang bunuh diri, bunuh-bunuh an (setuju-setuju aja karena mengurangi jumlah penduduk heheh), ngerampok(soale sulit kerja),

kadangkala saking stres nya seseorang,luapan isi hati yang seharusnya di simpen baik2 agar tidak mengganggu yang lain akhirnya bocor ke dunia luar,,contoh kasus si ariel, itu kan "proyek pribadi" yang "dinikmati" banyak orang,,mungkin saja banyak lagi yang akan bisa "dinikmati" dari luapan hati seseorang yang tak terbendung lagi..we will see


Salute to POLRI

Kinerja POLRI sering dipertanyakan,disudutkan oleh media di beberapa kesempatan,dan terkadang  yang berkembang bukanlah fakta melainkan hanya sekedar gosip murahan yang melucuti kewibawaan POLRI.
Namun pernahkah anda sadari bahwa mereka bekerja siang malam bahkan hari libur sekalipun untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, mengamankan segala potensi bahaya dan mengakan hukum dimana bendera Indonesia berkibar.Memang mereka bekerja tak mencari sekedar citra melainkan sudah  menjadi tanggung jawab yang wajib di emban, nampak mudah bagi kita yang menuntut kinerja terbaik bahkan tanpa cacat dari institusi ini, cacat sedikit kita mencela mereka padahal kecacatan itu terkadang hanya dilakukan oleh oknum yang tak paham dengan tugas dan kinerja POLRI yang seharusnya dijalankan sesuai dengan Tribrata dan Catur prasetya

TRIBRATA

Logo Polri
KAMI POLISI INDONESIA
  1. Berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
  2. Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.
  3. Senantiasa melindungi, mengayomi Dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.

CATUR PRASETYA
Sebagai insan bhayangkara, kehormatan saya adalah berkorban demi masyarakat, bangsa dan negara, untuk :
  1. Meniadakan segala bentuk gangguan keamanan
  2. Menjaga keselamatan jiwa raga, harta benda dan hak asasi manusia
  3. Menjamin kepastian berdasarkan hukum
  4. Memelihara perasaan tentram dan damai
http://format29.files.wordpress.com/2010/02/1_646129140l.jpgBeberapa waktu yang lalu, dalam perjalanan menuju kampus bersama teman kami dihentikan oleh serang polisi, dengan alasan terburu-buru kami acuhkan aturan jalan satu arah kemudian kami di arahkan ke pos polisi terdekat, disana kami dinasehati dan ditunjukan peraturan baru yang berlaku sampai-sampai agak ngeri melihat denda tilang per pasal nya(makan apa besok kalo ditilang), kalimat per kalimta kami dengarkan hingga pada satu kalimat yang diucapkan polisi itu hingga membuat saya tertegun" Saya bisa saja membiarkan kalian meneruskan perjalanan dan melanggar peraturan,tapi akan menjadi dosa bagi saya jika nanti ada kecelakaan yang mengkabitkan kecelakaan, apa kata masyarakat jika mahasiswa seperti anda melanggar aturan, kaum intelektualnya saja melanggar hukum apalagi masyarakat biasa, bayangkan jika orang tua anda sebagai polisi yang berusaha menjaga ketertiban kemudian ada orang seperti anda yang membuatnya pekerjaaan nya menjadi bertambah dengan mengejar anda yang berusaha kabur"
kami terdiam bukan karena tidak bisa bicara namun lidah ini kelu disertai rasa bersalah yang amat dalam, akhirnya polisi itu mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan karena kami bertujuan mencari ilmu.
Penegakan hukum seperti inilah yang tidak mengabaikan norma-norma dasar yang melekat pada masyarakat sehingga simpati dan empati masyarakat dapat menepis anggapan bahwa POLRI mengabaikan HAM serta norma dasar.

http://www.detiknews.com/images/content/2009/03/16/10/steppingDLM.jpg

 SALUTE TO POLRI


Stop menjadi Skeptis dan apatis!

Skeptis adalah sifat yang penuh keragu-raguan. bagi kaum skeptisme, jawaban "tidak tahu" adalah suatu jawaban dan merupakan nasib manusia, menurut mereka manusia tidak dapat mengetahui semuanya dengan pasti.

sehingga berkaitan dengan sifat apatis,yang beranggapan harpan telah sirna,kurang PD. memandang bahwa semua yang di lakukan sia-sia,tidak akan berhasil dan akan terjadi berlawanan dengan yang dilakukan.
hilangnya ketertarikan,antusiame terhadap suatu objek.

Sebagai generasi yang wajib membangun negeri maka hendaknya sifat-sifat tersebut di kurangi, karena dapat mengganggu dedikasi dalam membangun negeri ini. Namun kedua sifat tersebut dapat mengarahkan kita dalam "kehati-hatian" tidak ceroboh dalam mengambil sikap dan memikirkan segala ancaman yang dapat mempengaruhi kebijkan yang di ambil.

walaupun mengakibatkan menjadi waspada, dampak kedua sifat tersebut akan menghambat kemajuan, contoh: dalam mengambil kebijakan untuk negeri pemerintah berpikiran bahwa akan menimbulkan dampak sistemik pada rakyat, sehingga keputusan tersebut tidak di ambil walaupun rakyat membutuhkan.

mengambil keputusan memang bukan berjudi, namun memprediksi sehingga untung riginya dapat diminimalisir dengar improvisasi penyelasaian maslah itu sendiri, dalam kehidupan ini sifat yang dibahas diatas akan mempengaruhi pengambilan keputusan namun kembali pada pribadi masing-masing yang menjalani hidup, sesuaikah dengan filosofi hidup anda?.

Sponsored Links

Website counter